Minggu, 27 Juli 2014

Dari Kita

#EdisiIedMubarak1435H


Assalamu’alaikum wr.wb.
Hai para pembaca sekalian, kali ini aku ga ngepost soal mimpi, cerpen atau apapun itu. Aku disini, mewakili para pengurus blog ini, mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWWAL 1435 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Ramadhan telah meninggalkan kita, berdoalah agar kita dapat dipertemukan kembali dengannya. Sambutlah Syawwal dengan hati yang ikhlas. Sucikan lah hati dengan terus memohon ampunanNya. Jangan pernah berputus asa kalau apa yang kalian inginkan, apa yang kalian panjatkan kepadaNya belum dikabulkan. Percayalah, suatu saat Allah akan mengabulkannya. Entah dengan cara apa yang paling indah. Dan ingat, kalau meminta jangan maksa. Pintalah yang terbaik bukan apa yang jadi ego kalian. Oke?
Keep on believing,spirit,praying and striving Guys!^^
Wassalamu’alaikum wr.wb.
#ProudToBeDreamer
DreamerB^^

Arin Darojatul Aliya
Mewakili : DreamerA : Fia Rafiatul Aula
                    DreamerC : Rasya Khoerunnisa
                    DreamerD : Kurnia Nur Khodijah
                     DreamerE : Diki Dermawan
                     DreamerF : Yusril Ramadhan


____________________Catatan Sang Pemimpi Crew____________________________

Minggu, 20 Juli 2014

husnuzhan pada takdir


Assalamu’alaikum wr.wb.
Comeback!! Apa kabar kalian semua? Aku come back niih. Oke, kita motivasi lagi ya? Nah, sekarang kan pake kurikulum 2013, Kelas X SMA/SMK/MA sederajat udah mulai penjurusan ye kan? Antara IPA atau IPS. Nah, pas waktu SMP, sempet gak siih kepikiran mau ngambil jurusan apa, IPA atau IPS yang sesuai ama apa yang dicita-citakan. Nah, kebanyakan kan milih IPA. Kenapa? Soalnya IPA keren, gampang masuk mana-mana, sesuai banget ama cita-cita, isinya orang-orang pinter doang, atau segudang alasan yang lainnya. Nah, kenapa ga mau masuk IPS? Yaa, IPS itu madesu, ga asik, pusing, apalagi sejarah serba ngapal, ekonomi-akutansi selalu ngitung, ribet, engga banget, anak-anaknya bandel, gurunya ngebetein, aneh, atau apalah itu. Begitu juga dengan yang punya minat sebaliknya. Kalangan masyarakat saat ini itu udah ‘terjajah’ sama mindset kalo masuk IPA berarti pinter, kalau masuk IPS berarti sebaliknya. Oke, kita mulai beranjak ke kasus yang sebenarnya. Aku mau nanya niih, gimana kalo kalian minatnya bener-bener pengen masuk IPA, sesuai ama cita-cita misalnya, pengen masuk ke fakultas kedokteran malah masuk IPS! Atau minat pengen masuk IPS gara-gara pengen jadi dubes malah masuknya IPA! Waduh, gimana tuh jadinya?! Apa yang pertama kali jadi ekspresi kalian, nyesel? Sedih?kecewa?marah?ceria?nrimo?legowo?atau yang lain?. This is the challenge. Ini ujian dari Allah. Apapun yang terjadi, kalian harus tetep bersyukur kepada Allah., husnuzhan pada takdir dan skenario yang telah dibuat olehNya.
Mau husnuzhan gimana, udah kecewa banget. Allah itu ga adil banget perasaan. Aku kecewa ama apa yang udah aku dapet, aku ga bisa dapetin apa yang udah aku impi-impikan sejak lama. Percuma aja dong, aku udah capek-capek usaha malah dapet kayak gini. Gak ada gunanya tetep berusaha. Keinginanku jadi dokter ga akan pernah terkabul! Ga akan pernah! Aku nyerah aja sampe disini. Allah ga adil. Allah ga ngabulin apa yang udah aku inginkan. This is not my style! *loh?
Biasanya, itulah ekspresi kebanyakan orang yang apa yang ia dapet ga sesuai dengan apa yang dia inginkan.  Dan biasanya juga, itu terjadi dan terucap dengan refleks, begitu saja. Ini harus dijauhi, dihindari malah DITINGGALKAN! Loh, kenapa? Kita berhak dong memprotes. Jangan salah, ini namanya BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH. Oke, kalau menurut kita, IPA itu lebih baik daripada IPS ataupun sebaliknya, tapi kalau menurut Allah, mungkin IPS itu lebih baik untuk kita,hambaNya dibanding IPA ataupun sebaliknya. Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Allah. Apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk di mata Allah. Ya kan? Camkan itu, kawan. Allah pasti, PASTI telah menetapkan yang terbaik untuk kita. Jangan ragu dan jangan salah. Allah tau segala yang dibutuhkan hambaNya. Dia-lah sebaik-baik penulis skenario dan sutradara paling hebat di belahan jagad raya manapun. Ga mungkin banget Allah menentukan dan menuliskan takdir yang salah dan banyak mendatangkan mudharat buat kita. Ya kan? Percaya deh. Disini, kita harus belajar jadi Mutawakkil, orang yang bertawakkal kepada Allah. Menerima apa yang udah diberikan oleh Allah dengan lapang dada. Ye kan? Kita itu posisinya sebagai seorang hamba dan abdi yang harus senantiasa mematuhi apa yang diperintahkan oleh Tuhannya. Sebagai seorang hamba atau abdi itu, kita diwajibkan untuk meminta. Nah, mintalah yang terbaik. Jangan memaksakan kehendak. Kalau kita udah berusaha, Insya Allah, bakal dapet deh apa yang kita impikan. Allah itu mengabulkan doa para hambaNya dengan 3 cara :
1.       Mengabulkan dalam tempo waktu yang cukup singkat
2.       Mengabulkan dalam tempo waktu yang lumayan lama
3.       Menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik
Minta itu jangan maksa, kita juga kalau dipaksa ga mau kan?. Mintalah dapet nilai yang terbaik bukan yang tertinggi. Gitu caranya.  Kalau misalnya kita pengen jadi dokter atau apoteker yang menuntut dari jurusan IPA, malah kita masuk IPS. Nah, ada banyak cara. Salah satunya adalah “mengubah” apa yang kita cita-citakan. Allah juga ga mungkin kan Cuma ngasih satu kemampuan ke kita? Ada yang lain. Nah, gali apa yang jadi potensi kita.  Kalau udah nemuin, focus ama yang itu. Jangan terpaku akan masa lalu. Sambutlah demi masa depan yang lebih baik. Usahakan untuk jadi yang terbaik. Tetap pada jalan yang telah Allah tetapkan bagi kita, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Soalnya, orang yang benar-benar gagal adalah orang yang berputus asa dari rahmat Allah. So, keep calm and move on! Masa depan cerah menanti kita!
YOU MAY DON’T HAVE A PAST PERFECT, BUT YOU STILL HAVE THE TIME FOR MAKING FUTURE PERFECT.
Jangan menangisi masalalu yaa, biarkanlah itu berlalu. Ini adalah rencana Allah yang telah disusun sedemikian baik untuk kita, hambaNya yang selalu Dia cinta. Harus selalu husnuzhan yaaa. Keep spirit,believing,dreaming,praying and striving!!^^
Wassalamu’alaikum wr.wb.

#ProudToBeDreamer
DreamerB^^

Arin Darojatul Aliya

lebihkan usaha, lebihkan doa, lebihkan sabar


Bila saya tengok ke belakang, apa yang saya dapat saat ini sebetulnya jauh melampaui impian saya.  Misalnya, saya dulu bermimpi untuk sekolah tinggi, tapi tidak terbayang akan sampai pascasarjana di London, Inggris dan di Washington D.C,Amerika Serikat. Saya memang bercita-cita ingin merantau ke luar negeri, tapi tidak menyangka akan menjejakkan kaki ke lebih dari 30 negara. Kenyataan yang saua alami sekarang sungguh telah menembus batas impian saya. Alhamdulillah.
Semua ini berawal dari keberanian untuk punya cita-cita atau impian. Bukan sekedar impian, melainkan sebuah impian untuk diperjuangkan dengan teguh dan habis-habisan. Menurut saya, harapan dan impian yang diingat terus dalam hati adalah doa kita. Makanya, bermimpilah setinggi-tingginya, jangan pernah meremehkan mimpi kita karena sesungguhnya Tuhan itu Maha Mendengar, walau impian itu kit simpan jauh di pedalaman hati.
Bila saya periksa perjalanan hidup saya, impian itu rupanya tidak terjadi begitu saja. Tidak langsung tumbuh besar, tapi melalui proses yang panjang. Secara tidak sadar saya mempunyai impian ketika saya masih menjadi seorang bujang kecil di kampung kelahiran saya, Nagari Bayur, di pinggir Danau Maninjau, Sumatra Barat.
Saya lahir di keluarga sederhana. Ayah memulai kariernya sebagai guru madrasah dan Amak sebagai guru SD. Seingat saya, kami selalu tinggal di rumah kontrakan. Walau hidup kami tidak berlebihan,  saya beruntung sekali karena berada dalam keluarga yang mengutamakan ilmu dan pendidikan. Ayah dan Amak rajin membelikan saya dan adik-adik buku dan majalah.
Waktu saya kecil, kakek saya membangun sebuah madrasah di Bayur. Beliaupun seorang pendidik yang suka buku. Ruangan kerjanya terbuat dari kayu yang dibangun di atas kolam ikan ini penuh buku yang bertumpuk-tumpuk di mana-mana. Jenis bukunya beragam, mulai dari kitab kuning berhuruf gundul, buku bahasa Indonesia, sampai buku bahasa Inggris. Kakek saya, Buya H. Sulthani Datuak Rajo Dubalang, lulusan pesantren tradisional di Canduang,Bukittinggi. Setiap saya berkunjung ke rumah kakek, kamar bukunyalah tempat favorit saya. Alhamdulillah, kakek membolehkan saya masuk dan membaca sesuka hati di sana.
Mata saya selalu berkilat-kilat gembira begitu melihat dan membaui ruangan yang penuh buku ini. Salah satu buku yang paling awal saya sukai adalah kitab Al-Munjid, sebuah kamus ensiklopedis berbahasa Arab. Bukan kata-katanya yang menarik, melainkan gambar-gambarnya yang penuh warna. Ada gambar binatang,bangunan dan budaya dari seluruh dunia. Membuka buku itu tampaknya pelan-pelan memengaruhi alam bawah sadar saya. Bahwa dunia itu luas, bahwa dunia saya bukan hanya kampung halaman selingkar Danau Maninjau saja.
Walau biasa-biasa saja secara ekonomi, keluarga kakek sungguh luar biasa dalam segi pendidikan. Paling tidak sekarang ini ada dua anaknya yang menjadi dokter dan empat orang yang pernah sekolah di luar negeri. Yang pertama dapat beasiswa ke luar negeri adalah kakak ayah saya, Pak Tuo Hasnan. Setelah kuliah beberapa semester di Universitas Indonesia, dia mendapat beasiswa untuk belajar ilmu ekonomi di Stockholm,Swedia. Bayangkan, tahun ’60-an, seorang anak dari Nagari Bayur, Maninjau ini sudah merantau ke Skandinavia.
Pak Tuo Hasnan gemar berkirim kartu pos kepada kami sekeluarga. Rupa-rupa bentuknya, ada kartu pos dengan gambar kota-kota cantik di Skandinavia, ada juga yang bergambar pemain klub sepak bola terkenal Eropa seperti Ajax atau Bayern Munich. Selain itu, Pak Tuo Hasnan sering pula mengirim foto-foto saat dia sedang mejeng di tengah timbunan salju. Lehernya dibebat syal, kerah jaketnya terbuat dari bulu tebal, telapak tangannya menggenggam sebongkah salju. Pose tersebut tidak pernah hilang dari ingatan saya. Saya ingin pula menggenggam salju kelak.
Kenangan tentang gambar-gambar luar negeri itu diperkuat ketika saya sekolah di Pondok Modern Gontor. Dunia rasanya semakin terbuka lebar ketika bertemu dengan ustadz-ustadz yang pernah kuliah di Mesir, Inggris, Arab Saudi, Pakistan dan Negara lain. Belum lagi pertemuan dengan teman-teman sesama santri yang berasal dari pelbagai Negara, seperti Australia, Singapura, Thailand, Suriname, bahkan sampai Negara-negara di Afrika
                                                                                ***
Semua pengalaman hidup itu membantu saya untuk menerbangkan cita-cita tinggi-tinggi. Tapi, apalah guna cita-cita tinggi kalau berhenti jadi angan-angan saja. Bukan cita-cita namanya kalau tidak diperjuangkan dengan habis-habisan. Menurut saya kunci keberhasilan menggapai cita-cita adalah kombinasi yang kuat antara Man Jadda Wajada (barang siapa bersungguh-sungguh akan berhasil),Man Shabara Zhafira (barang siapa yang bersabar akan beruntung), doa dan keikhlasan. Sungguh-sungguh tanpa doa tidak lengkap. Sungguh-sungguh dan berdoa tidak sempurna tanpa keikhlasan.
Kesungguhan artinya mengusahakan apa pun itu dengan energi dan usaha ekstra, diatas usaha rata-rata oranglain. Going the extra miles. I’malu fauqa ma ‘amiluu. Melebihkan usaha diatas rata-rata, biasanya hasilnya juga akan diatas rata-rata. Diatas rata-rata, biasanya menjadi yang terbaik.
Apa definisi sungguh-sungguh itu? Ada sepotong kisah dari mulut ke mulut tentang Kiai Imam Zarkasyi yang mendirikan Gontor. Beliau pernah memberikan pengarahan khusus kepada para santri dengan membawa alat peraga. Pak Kiai berdiri di depan para santri dengan membawa dua golok. Golok di tangan kanannya yang tajam berkilat-kilat baru diasah. Sementara itu, yang sebelah kiri tampak sudah berkarat.
Dengan raut muka santai, Pak Kiai langsung menggenggam golok yang tajam dan menebaskannya ke sebatang kayu. Tapi, sedikit lagi menyentuh kayu itu, ayunan golok terhenti. Rupanya Kiai mengalihkan perhatian kepada para murid dan mengajak mereka mengobrol. Sambil tetap mengobrol, ayunan golok diteruskan ke arah kayu. Kayu tadi bergeming, tidak terputus dua. Lalu, beliau berhenti.
Kemudian, beliau beralih menghunus golok tumpul dan karatan. Kali ini raut muka beliau sangat serius. Lalu, dengan sepenuh tenaga, dia mengayun golok karatan dengan cepat kea rah kayu. Duk! Golok menghajar kayu. Tidak terjadi apapun. Tapi, Kiai tidak menyerah, dia mengulang-ulang hal yang sama sampai akirnya, plar! Kayu patah menjadi dua dihajar golok berkarat itu.
Pak Kiai menjelaskan hikmah dari jurus golok itu. Orang pintar bagai golok tajam. Tapi, kalau tidak serius dan malas-malasan, belum tentu golok tajam ini akan mampu menebas kayu. Kepintaran akan mubazir tanpa aksi sungguh-sungguh.
Sementara itu, orang yang tidak pintar diibaratkan dengan golok karatan. Walau otak tidak gemilang, kalau terus bekerja keras dan tidak lelah mengulang-ulang usaha, lambat laun akan berhasil. Apalagi, kalau golok karatan diasah dengan rajin dan kemampuan terus dilatih. Konon Abraham Lincoln pernah berkata, “kalau saya punya delapan jam untuk menebang pohon, akan saya gunakan enam jam pertama untuk mengasah kapak.” Usaha dan persiapan yang sungguh-sungguh akan mengalahkan usaha yang biasa-biasa saja. Kalau bersungguh-sungguh akan berhasil, kalau tidak serius akan gagal.
                                                                                ***
Keterbatasan dalam hidup kita akan selalu ada. Tapi, terserah kita untuk melihat bagaimana batas itu akan menghalangi kita untuk maju. Banyak yang ingin maju, tapi kemajuan kerap dihambat oleh batas-batas, seperti kemiskinan, tidak lengkapunya keluarga karena kematian orangtua, sakit atau cacat, dan segala konsekuensinya. Stok permasalahan hidup memang tidak pernah kosong, selalu ada. Banyak yang mengalami masa memprotes Tuhan, masa mengeluh, masa malas, masa tidak berdaya, tapi kemudian diikuti oleh masa kerja keras, tabah, sabar, dan akhirnya diberi jalan kemudahan.
Menembus batas memang hanya bisa dilakukan dengan tidak berhenti ketika derita datang, tapi terus tegak, bangkit dna bangun mengatasi semua cobaan. Bergerak dengan mengatupkan rahang, menggigit bibir, dan mengepalkan tangan. Inilah yang memungkinkan kita bisa menembus batas,
Jadi, jika halangan menghadang, jangan pernah mau kalah. Bangkitlah dengan tekad dan doa. Hanya itu yang membuat kita menjadi manusia dan membedakan kita dari binatang. Manusia dianugerahi kemampuan untuk bercita-cita, berusaha dan berdoa. Sesungguhnya, setelah kesulitan itu selalu ada kemudahan. Setelah kita jatuh, ruangan yang kosong hanya ke atas, untuk menjadi lebih baik, menjadi lebih kuat.
Banyak orang yang berhasil menembus batas atau mematok batasnya jauh diatas rata-rata oranglain. Banyak yang telah menunaikan Man Jadda wajada dengan konsisten. Menembus batas, lalu mendapat balas atas kesungguhan itu.

Dikutip dari kata pengantar A. Fuadi dalam buku “Berjalan Menembus Batas” dengan perubahan seperlunya.
Judul : Berjalan Menembus Batas
Penulis : A. Fuadi,dkk.
Penerbit : Bentang Pustaka, 2012
Jumlah halaman : 180 halaman (+Cover)

#ProudToBeDreamer
DreamerB^^

Arin Darojatul Aliya

Sabtu, 19 Juli 2014

sedikit terungkap

The next chapter from arin's story..

Waktu bergulir cepat, siang berganti malam dan begitu juga sebaliknya, Matahari dan bulan yang selalu bergiliran tuk mencerahkan seisi bumi. Hari demi hari aku lalui dengan perasaan gundah yang mencekam hati, rasa yang hampir menggelapkan ruang hati dan belum bisa terobati..
        Akhir-akhir ini iskandaria tak begitu cerah bagiku, mungkin bagi orang lain iskandaria adalah surga..cerah atau gelap, tetap saja suram. Mungkin karena ayah yang aku yakini tidak akan pergi meninggalkanku karena tugas, kemarin harus pergi dinas keluar kota atau Mungkin karena penasaranku yang makin menjadi..
******
   "Kemarin di taman kota aku bertemu dengan nenek tua yang kita temui di kedai..dan dia tak henti berbicara kalau aku mirip dengan cucunya yang hilang di palestine!!aku risih mendengarnya, aku tinggal saja dia!" ujarku pada aron yang sedang asyik dengan gadgetnya."oooohh hhmmm!!" balas aron."aroooon..kau mendengarkan perkataanku tadi atau tidak?beri aku solusi!!"geramku. "Ya aku dengar...lagi pula kenapa kamu tinggalkan nenek itu?kamu kan bisa bertanya tentang cucunya yang dimiripi denganmu itu, atau kamu tanya kenapa dia selalu menyamakanmu dengan cucunya!"jawab aron. "Ya aku tahu..tapi aku takut dia sedih karena mengenang cucunya itu!"jelasku, "kamu kan bisa tanya lebih hati-hati, kalo dia sedih kamu tenanginlah!"saran aron "hmm baiklah besok kau temani aku tuk mencari nenek itu ya!"ujarku dan meminum lemon tea yang ku pesan, aron pun mengangguk tanda setuju.
 ******
   Bel berbunyi, tanda kegiatan sekolah berakhir. Aku bergegas pulang ke rumah tak sabar untuk menanti hari esok. Seperti biasa, tak ada seorangpun di rumah. Aku jadi terfikir untuk masuk ke kamar orang tuaku dan mencari arsip tentangku. Aku bergegas masuk dan berhati-hati, aku melihat foto keluarga di dalam kamar dan aku menyadari banyak perbedaan antara aku dan keluargaku. "Aku harus mengetahui siapa jati diriku sebenarnya!"ujarku. Dari laci ke laci ku mencari hingga...craaaaack!!! Foto mamah terjatuh dan pecah "aduuh apa yang terjadi dengan mamah?" aku langsung membersihkan pecahan kaca bingkai yang tadi terjatuh. Tak lama kemudian..kriiing..kriiing!! Telpon berbunyi aku bergegas tuk mengangkatnya.."hallo selamat siang! apa ini dengan keluarga dari ibu shakra maria?"sapa seseorang di balik telpon, "ya benar ini anaknya, maaf ini siapa ya?" tanya ku padanya "kami dari pihak rumahsakit ingin memberi kabar kalau saat ini ibu anda sedang kami rawat dan keadaannya kritis!"jelasnya "apa?kritis? Memang kejadian apa yang menimpa mamah sus?" "ibu shakra mengalami kecelakaan dan saat ini beliau butuh donor darah!"jelaanya lagi. "Baik sus saya segera kesana!."
    Aku langsung bersiap-siap dan melesat ke rumah sakit, dan ternyata mamah sedang berada di ruang ICU. Aku langsung ke sana dan aku bertemu dengan dokter yang memeriksa mamah "dokter bagaimana keadaan mamah saya?"tanyaku cemas "ibu shakra mengalami pendarahan dan membutuhkan donor darah yang cocok segera!"jelas dokter "kalau begitu ambil saja darah saya dok! Pasti cocok karena saya putrinya!"jawabku. "Tidak bisa langsung seperti itu kita harus melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan!"jelas dokter lagi. Akhirnya, aku harus tes darah sebelum mendonorkan.
     Beberapa saat kemudian, hasil tes darahku keluar. Sudah ada aron yang menemaniku saat ini, dengan hati-hati aku melihat hasil tersebut dan ternyata hasilnya TIDAK COCOK, "maaf darah anda tidak cocok dengan pasien! Pasien berdarah B positif sedangkan anda berdarah A positif."jelas dokter. "Tapi ayah saya sedang tugas di luar kota dan kakak saya di luar negri, dari mana saya mendapatkan darah B?"tanyaku " kami dari pihak rumah sakit sedang berusaha mencari, anda gak perlu khawatir!" "terima kasih dok!".
       (Sebaiknya aku tidak perlu memberi tahu ayah dan kak anton dulu! Aku takut mereka tidak konsentrasi dengam urusan mereka disana. Daaan berarti dugaanku benar, aku tahu kalau ayah dan kak anton memiliki darah yang sama yaitu B positif. Sekarang aku juga tahu kalau mama pun memiliki darah yang sama dengan ayah dan kak anton, sedangkan aku...mengapa darahku berbeda dengan keluargaku? Apa ada anak kandung yang berbeda golongan darah dengan orang tuanya?... Kalau tidak ada, siapa aku sebenarnya?)
        "Permisi!"beberapa sosok pria menghampiriku, "iya, maaf bapak siapa ya?"tanyaku, "kami dari pihak kepolisian hanya ingin memastikan kalau sudah ada keluarga korban yang hadir!"jelasnya, "ohiya saya putri dari ibu shakra! Tapi saya mau tanya pak, sebenarnya apa modus dari kecelakaan ini ya pak?" tanyaku lagi. "Kami belum tau pasti apa penyebab kecelakaan ini, tapi kami akan terus berusaha menyelidiki!"jelasnya. "Baiklah, saya tunggu kabarnya segera!" "tapi ada satu orang lagi yang menjadi korban dalam kecelakaan ini!"ujarnya "siapa pak?apa keadaannya juga parah?" tanyaku "tidak, dia hanya luka kecil dan belum sadar saja! Dan dia seorang lelaki remaja dan dia muslim!". "Ooh baiklah terima kasih pak!" "iya sama-sama, kalaubegitu saya permisi!".
        "Pokoknya besok kita harus menemui nenek tua itu! Dan kau harus menemaniku besok!"ujarku pada aron yang duduk termenung, "iya, tapi mamahmu bagaimana?" "kita tinggal dulu sebentar!aku juga percaya pasti dari pihak medis akan melakukan yang terbaik!"jelasku yang masih berdiri dihadapan aron.
             (Tapi..aku masih bingung! Siapa aku ini sebenarnya? Daan..siapa remaja muslim itu?)

By. Kurnia nur khodijah

To be continued.......

Selasa, 08 Juli 2014

fiktif atau fakta?

_continued from diki's story_

Blam!!
Suara apa itu?? Kepalaku pusing. Aku ada dimana?? Tanah yang kupijak ini ada di belahan bumi mana?? Ini tak mungkin Iskandariyah-ku yang kucinta.. tak mungkin.. aku mencoba bangkit, dunia terasa berputar. Dimanakah aku?kakiku sakiit sekali, apa yang terjadi padaku?? Arrrggh ingin rasanya meluapkan rasa sakitku ini.. kepalaku pening.. perlahan aku membuka mataku. Oh Tuhan, dimanakah aku ini... kak anton,mama,papa dimana kalian?? Aku takut disini.. oh tidak... apakah mataku sudah rabun?? Katakanlah padaku kalau apa yang aku lihat ini tidak benar-benar terjadi pada seorang Kareen Maria.. mataku tidak rabun,mataku masih normal.. tapi mengapa jarak pandangku menjadi terbatas?.. aku tak percaya dengan apa yang aku lihat.. kepulan kabut hitam tebal nan beracun dimana-mana. Mengapa aku harus sendirian di tengah kota antahberantah ini?? Aku berusaha menerjang kekalutanku. Menyeret kedua kakiku yang lemah dan.. oh tidak!! Kakiku berdarah. Sisa-sisa tenagaku kurasa cukup untuk pulang ke Iskandariyah yang damai. Aku terus berusaha. Krak! Aku menginjak sebuah ranjau jalanan.. tunggu, ini bukan ranjau ini adalah... jari manusia?? Tubuhku bergetar seketika.. sepertinya hanya tinggal menunggu waktu saja tubuhku yang lemah ini ambruk.. lama kelamaan, anyir darah mampir di penciumanku.. aku takut darah..
Blam!!
Kini, suara itu terdengar lagi. Aku mencari asal suara, tak lama kemudian aku melihat sebuah bangunan seperti rumah sakit ambruk karena tak tahan.. selang semenit kemudian terdengar suara peluru yang ditembakkan.. tidak!! Aku harus sembunyi. Tapi dimana?? Aku terlalu lemah. Tidak, aku bukanlah seorang Kareen Maria yang lemah. Aku adalah Kareen Maria yang kuat. Aku melihat sebuah puing bangunan yang cukup untuk "menyembunyikan"ku saat ini. Jaraknya 10 meter. Aku harus sembunyi. Aku berhasil mencapai puing itu, tapii bau darah makin menyengat hidungku. Aarrgh.. aku melihat ke sekeliling puing bangunan itu. Oh tidak.. mayat anak lakilaki seumuranku tergeletak begitu saja dengan jarak 2 meter dari tempatku berdiri. Aku shock. Shock melihat rupa lakilaki itu. Kepala yang pecah,perut yang hancur, kaki yang berdarah dan mata yang tercungkil. Aku menangis. Aku tak ingin mati seperti itu. Aku terus memanggil ka anton,papa dan mama. Tapi, tak sepatah kata pun yang keluar dari bibirku. Hanya tenggorokanku yang sakit, menandakan pita suaraku yang kering juga. Aku hanya bisa mendesis layaknya seekor ular. Aku benci keadaanku saat ini..
Kareen, kareen, kareen,kareen,kareen
Ah, aku mencari suara yang memanggilku. Tapi, tak ada manusia yang ada di dekatku. Hanya mayat itu. Ya,mayat itu.. aku menoleh kearahnya, mengutarakan perasaan ibaku pada mayat yang sudah tak bernyawa itu. Aku terpaku pada wajahnya. Mengapa mirip sekali denganku?. Aku baru ingat, aku mewarisi wajah arab nenekku. Tapi, mayat itu seolah hidup lagi. Tidak, dia benar-benar hidup. Dia tersenyum padaku tangannya yang sudah hancur,melambai padaku.. tidak, tidak, tidak dia mayat. Tapi, ia berjalan ke arahku.
KYAAAAAAAAAA!!!! Aku merasakan pita suaraku kembali. Aku melihat ke arah sekelilingku. Aku ada di kamarku di Iskandariyah. Aku peluk Benny, kawan teddybear ku. Peluhku menetes, napasku tersenggal. Mama menghampiriku setelah mendengar teriakan tengah malamku itu. Oh tidak, ini bukan tengah malam ini pukul 5 pagi. Musim panas kali ini, punya jadwal misa pukul 6 pagi.
"Kareen kau kenapa? Mimpi buruk?" Tanya mama. Aku hanya mengangguk lemah. Tapi, tunggu dulu. Artikel tentang palestine yang 6cm tebalnya itu, mengapa berpindah. Sudahlah lupakan. Aku harus bergegas untuk mengikuti misa agung hari ini.
                                 ***
"Jadi karena itu kau bengong sedari tadi?" Tanya Aron setelah mendengar kisahku  tentang mimpi tadi malam.
"Aku merasa diteror" jawabku. Aron hanya tersenyum kecil.
"Apa kau sudah minum darah suci Yesus?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan. Aku menggeleng. Sebenarnya, aron sudah mendapatkan jawaban sebelum ia bertanya hal itu padaku. Aku takut darah.  Siang yang begitu terik membuatku haus. Aron mengajakku membeli es krim blueberry kesukaanku di toko eskrim sekat situ. Aleefah el-muyassir. Nama toko itu lucu. Seperti nama orang saja. Orang-orang di toko itu memperhatikanku dengan seksama. Apa yang salah denganku?.
"Nak, asalmu darimana?" Tanya seorang nenek tua. Aku mengernyitkan alis. Ingjn rasanya aku meninggalkan nenek tua berjubah itu. Tapi, aron masih menunggh es krim kami.
"AyahIbu ku berasal dari belanda. Tapi, ibuku memiliki darah arab" jawabku singkat.
"Kau mirip cucuku yang hilang di Palestine" ujar nenek itu sambil membelai wajahku. Akh, bicara apa nenek ini?.untungnya saja, aron cepat berbalik untuk pulang. Aku segera pamit.
Aku masih memikirkan hal itu, tugas matematika dari sekolah tak bisa kukerjakan dengan baik seperti dulu. Aku terjajah pikiranku sendiri. Aku masih mempertanyakan wajahku dengan orangtua dan kakakku. Heey, mama sudah bilang kalau aku mewarisi wajah nenek yang rupawan. Mata coklatku tak sama seperti mata papa,kak anton dan mama yang berwarna biru. Tidak, aku harus percaya kata-kata mama. Tapi aku tak bisa mempercayai hal itu begitu saja. Aku harus membuktikannya sendiri

-to be continued-
Coming soon :: next chapter

Arin darojatul aliya^^

pertanyaan itu


   the next cepter from ranah palestina

pertanyaan itu yang membuatku ragu akan statusku didalam keluarga,bisa jd aku adalah seorang anak angkat?"ahh,,,,aku terlalu paranoid,tidak mungkin aku seorang anak angkat"ujarku dalam hati menepis semua keraguan.
setelah itu aku memutuskan untuk pulang kerumah,"aron,aku ingin pulang tolong antarkan aku ke rumah"ujarku "ohh baiklah akan aron antarkan"balasnya

setelah itu kerguan dalam hati masih mengebu-gebu aku tanyakan pada mamah tentang statusku di dalam keluarga
"mah,,,?"ujarku dengan ragu
"iya sayang"balasnya sambil menggenggam majalah fashion.
"a,,a,,apakah aku ini a,,,anak angkat?"tanyaku dengan gagap
"lohh,,,kamu kok bilang begitu?ya jelas kamu anak mamah lah,,,,!"
"tapi aku merasa tak ada yang mirip denganku di keluarga ini wajahku lebih dominan keraba-araban?",
"heheh,,,,kamu itu mirip dengan nenek,beliau lahir di palestin,wajah nenekmu sangat cantik sama sepertimu,beliau bertemu dengan kake ketika nenek mendapatkan beasiswa untuk sekolah di universitas kairo,mangkanya wajahmu lebih dominan keraba-araban"jawabnya sambil tersenyum lucu.
"ohh,,,hahaha,,,mungkin memang aku yang terlalu paranoid yah mahhh,,,, heehe"balasku malu
"yasudah kamu sudah tau kan yang sebenarnya,sana mandi sudah sore,,,!!"suruhnya manja
"terimakasih ya mah,maaf sudah lancang menayakan yang tidak-tidak"akupun tersenyum dan mengecup pipi mamah dengan lembut,lalu kulangkahkan kakike arah kamar untuk mandi dan beristirahat.

Keesokan harinya entah mengapa hatiku sangat ingin membuka artikel-artikel tentang peristiwa palestin,kuhampiri layar monitor dan mengulik-ulik semua tentang ranah palestin.Sedih,marah,dan miris yang kurasakan ketika membaca artikel demi artikel yang hampir tak ada hentinya penderitaan yang dialami warga palestin,walau notabeku bukan seorang islam tetapi aku merasa kasihan dan ingin sekali membantu penderitaan mereka! tapi,,,,apa daya aku hanyalah seorang gadis lugu yang tak bisa melakukan apapun yang berharag,hanya doa yang bisa kupanjatkan untuk mereka.

Entah mengapa hari demi hari yang ku lewati slalu mengingat artikel-artikel itu,entah karna iba,atau karna hal lain yang membuatku seperti ini setiap ku coba tuk melupakannya tetapi setiap huruf yang kubaca semakin jelas,apa yang sebenarnya terjadi denganku?
kumemutuskan tuk jalan-jalan dengan aron ke sebuah taman di iskandaria,pemandangan yang cukup menarik , hijaunya rerumputan dan indahnya warna bunga-bunga yang menyejukan hati , dan seketika ku melihat wanita yang cantik berhidung mancung,dan mengenakan kerudung putih serta jubah putih berjalan keluar masjid,ku teringat dengan artikel yang ku baca bahwa pasuka
israel menembak wanita-wanit palestin serta memerkosa mereka di hadapan suami mereka
sungguh ironis sekali memang wanita yang berusah menutupi awrat mereka diperlakukan tidak 
dengan perilaku manusiawi.

Aku merasa malu sebenarnya sebagai seorang wanita memerlihatkan setiap sudut tubuhku y
"kareen kau melihat apa?di sana ada penjual layang-layang ayo kita kesana"ujar aron
"ahh,,,rasanya aku ingin pulang saja,,,aku tiba-tiba tidak enak badan"ujarku 
"ohh yasudah kalau begitu,,,aku akan antarkan"balas aron dengan tersenyum manis.

Rasanya terdengar klise memang mengunakan alasan tidak enak badan,tapi aku sudah merasa bad mood tak tahu kenapa mungkin karna diriku mulai lelah,setibanya dirumah aku pergi kekamar dan berabring di atas ranjang serta berfikir,"mengapa warga palestin begitu menderita apakah mereka salah?apakah mereka berdosa?"pertanyaan besar yang membuatku terus merenung.

by:diki dermawan
next chepter,,,,,

Senin, 07 Juli 2014

curahan hati sang palestine cilik


bersama..
kita terjatuh dan bangkit
memperjuangkan semua
yang telah kita bangun bersama
di bumi kita ini
kita..akan selalu berjuang
memeluk apa yang telah di anugerahkan
merebut kembali semua milik kita
mempertahankan senyuman dibalik kepedihan
demi mewujudkan mimpi kita
mimpi yang hampir terlelap
karena mereka..
mereka yang disana
yang selalu meluncurkan peluru
entah peluru apa itu
tapi yang aku tahu..
mereka mencoba mengubur..
mengubur mimpi kau dan aku
mimpi kita yang dulu mekar di negri ini
yang dulu selalu mewarnai bumi kita
negri yang indah ini
negri impian..
yang kini menjadi lautan merah..
serta lautan tangis para saksi..
negri yang selalu dihujani dengan peluru dan peledak yang mereka turunkan
bagaikan suara kembang api..
kembang api yang berteriak dan bersemangat
memporak porandakan semua
bersemangat untuk mematahkan mimpi
mimpi yang selalu mencerahkan..
namun kini telah digelapkan
aku takut..aku tak mengerti apa modus mereka melakukan itu pada kami
bebatuan yang selalu berdzikir..
berharap semua ini dihentikan
butiran pasir yang selalu menangis..
menyaksikan darah yang selalu mengalir
sesaat setelah kembang api menyentuh jasadnya yang tak henti memanggil asmaNya..
ditemani oleh tank yang menjarah semua
mereka tertawa diatas kepedihan bumi kita..
kepedihan yang tak henti memainkan skenario yang mereka buat..
kini..mimpi itu hanya satu..
satu yang menjadi impian kita saat ini
berharap kebesaran allah SWT..
untuk menerbitkan kembali mimpi kita...
dan menghidupkan kembali bumi kita...

#sedikitkatayangtakindah
 mewakilihatisangpalestine
*kurnia nur khodijah*