Minggu, 06 Juli 2014

Ranah Palestine



RANAH PALESTINE.



Kareen Maria, Iskandariyah 2005
            Cahaya matahari kala itu menyelinap nakal melalui celah-celah pentilasi kamar yang sukses membuatku terbangun dari tidur malamku, aku menggeliat menghilangkan rasa kantuk yang sudah terlanjur menyelimutiku, duduk dipinggir ranjang dan berjalan keluar kamar menuju dapur, seperti biasa halnya jika aku bangun dari tidurku, wajib bagiku untuk minum segelas air.

            “Kareen sayang, kamu sudah bangun?” Aku tolehkan wajahku kepada sumber suara itu MAMA, aku tersenyum dan berjalan menghampirinya, memeluknya erat seakan tak ingin kehilangan orang yang sangat aku cintai itu, “Sarapan dulu, mama sudah menyiapkan makanan untukmu” aku mengangguk menatap wajah mama yang penuh yang penuh rasa khawatir kepadaku, aku senag jika mama sangat khawatir kepadaku, itu artinya mama sangat menyayangiku.”papa? kak anton?bagaimana?” mama tersenyum manis kepadaku seakan ia mengerti perasaanku saat itu.”papa sudah sarapan dan pergi kerja pagi-pagi sekali, begitu pula dengan kak anton ia sudah berangkat kuliah”Aku menghela nafas kecewa mengangguk mengerti perkataan mama.

            Beginilah aku, selalu sendiri tanpa papa dan kakak tersayang yang menemaniku,hanya mama yang menemani hari-hariku, hari-hari yang pernah sepi kini menjadi berwarna karena mama, aku tahu Tuhan menciptakan mama sebagai bidadari pelindungku, yang selalu menjagaku, aku sempat pernah berfikir jika papa dan kak anton tak menyayangiku tetapi kutepis pikiran itu jauh-jauh hingga aku teringat kata-kata mama yang membuatku tenang.
Papa dan kak anton memang sedang sibuk, jangan takut jika mereka tak menyayangimu percayalah kareen maria tersayang, papa dan kak anton sangat menyayangimu melebihi apapun itu, papa dan kak anton sangat saying sama kareen buktinya papa selalu mencium kening kareen disaat kareen terlelap begitu pula kak anton, mereka hanya tidak punya waktu untuk berkumpul bersama kita.
aku tersenyum mengingat itu, dan sekarang aku yakin jika papa dan kak anton sangat menyayangiku dan aku juga yakin Tuhan memang menciptakan mama sebagai bidadari pelindungku.

********************************************************************

Cuaca kala itu cerah berawan yang masih menyisakan rasa panas dilangit kota iskandariyah, aku terpaku menatap kota kelahiranku, kota dimana aku tumbuh sebagai gadis Kristen yang taat, usiaku 16 tahun masih duduk dibangku sekolah menengah atas, Anatara high school aku sekolahkan disana karena sekolah itu memang sangat kuat dalam hal kegamaan , karna papa dan mama menginginkanku tumbuh menjadi gadis remaja Kristen yang taat akan aturan agama.


Mataku kini beralih menatap laut dekat pelabuhan kota, membiarkan rambutku terhempas melambai-lambai diterpa angin, kupejamkan kedua mataku merasakan keindahan kota ini dan membiarkan wajahku diterpa angin dari laut kota iskandariyah. Aku bersyukur dengan hidupku ini, Tuhan memberikanku keluarga yang sangat menyayangiku walaupun papa dan kak anton tak memiliki banyak waktu untuk berkumpul bersama.

            “Karen maria? Sedang apa?” Suara Aron mengalihkan pandanagnku dari laut menuju dirinya yang kini sudah berada disampingku, aku tersenyum dan menggeleng.”Tidak.. aku hanya memandang laut” tuturku dengan tersenyum, Aron mengangguk dan ikut menatap lau bersamaku. “Kau adiknya kak anton kan?” Aku mengangguk mendengar pertanyaannya. “kau berbeda dengan keluargamu, kau cantik sendiri, mewarisi wajah orang-orang jazirah arab disbanding wajah belanda.” Aku terdiam mendengar pernyataan teman lelaki disampingku, “lupakan.., hmm, aku senang tinggal disini..” tuturna lembut, aku menatapnya penasaran, ia tertawa kecil.”karena Iskandariyah adalah kota yang indah, disini juga kota kelahiranku!”Aku tersenyum mendengarnya.”Begitu pula aku.”

*******************************************************************

            “kareen!!..” aku dengan sigap bangun dari dudukku membuka pintu kamar dan melihat siapa yang ada dibalik pintu.”Kareen! Kak anton mau pamit sama adik kakak yang cantik” aku mengerutkan keningku heran.”maksud kak anton apa?” kak anton tersenyum manis.”Kareen, kakak akan pergi ke Kairo untuk menyelesaikan tugas kuliah kakak, juga mengikuti workshop yang diadakan di kairo bersama professor muslim.” Aku diam mematung mendengar pernyatan kak anton, air mataku jatuh begitu saja, kak anton dengan sigap mengahapus air mataku.”kakak tak akan lama, kakak berjanji akan mengajakmu berlibur setelah semua tugas kakak selesai” aku menatap kak anton sendu dan memeluknya erat.

            “daaah!!!” kulambaikan tanganku kearah mobil yang membawa kak anton pergi ke ibukota Mesir ini Kairo, Kak anton sudah kesekian kali meninggalkanku tapi ini yang membuatku sangat sedih karena kak anton pergi ke luar kota yang memisahkan jarak antara aku dan kakakku, padahal ditinggal kuliah dikota sendiri saja aku sudah kesepian bagaimana dengan ini makin saja aku kesepian, tapi aku percaya mama dan papa tak akan meninggalkanku dengan tugas kerja mereka, aku yakin.

            Aku langkahkan kakiku memasuki rumah dan berjalan menuju kamar menutup pintunya dan menguncinya, aku ingin sendiri aku ingin berdoa pada tuhan agar kak anton selamat dan lencar dalam penyelesaian tugasnya, “kau adiknya kak anton kan””kau berbeda dengan keluargamu, kau cantik sendiri mewarasi wajah orang-orang jazirah arab disbanding wajah belanda.” Pernyataan aron kini terngiang-ngiang dikepalaku, benarkah begitu? Aku juga merasakannya , aku berbeda dengan mama, papa dan kak anton.

 
Aku tatap bingkai yang berisikan photo Papa, Mama, kak Anton dan diriku sendiri, kutelusuri bagian wajah diphoto itu satu persatu, Aku heran mengapa aku tak sama sekali mirip dengan kedua orang tua juga kakakku? Sedangkan kak anton mewarisi ketampanan papa dan kecerdasan mama, aku? Sedikitpun tak mewarisi fisik orang tuaku, mewarisi wajah belanda mereka tetapi wajahku lebih kepada wajah orang-orang jazirah arab.

Sebenarnya siapa aku?
Siapa diriku?yang aku tau
Aku adalah KAREEN MARIA
Gadis remaja Kristen yang tinggal di Iskandariyah
Kota terbesar setelah kairo
Yang sebagian besar penduduknya beragama islam.

Tuhan…, sebenarnya siapa aku?
\
            Hatiku terus bertanya-tanya, pernyataan aron masih terngiang-ngiang dalam pikiranku hampir saja aku sempat berfikir bahwa aku adalah anak angkat tetapi kutepis pikiran itu jauh-jauh dan yakin bahwa aku adalah putrid satu-satunya dari keluarga wingston. Akulah Kareen Maria.

            “Kareen..”Aku tolehkan wajahku menuju pintu kamar, Aku tersenyum.”Mama..” mama memasuki kamarku, menghampiriku dan duduk dipinggir ranjang.”Kareen ada temanmu Aron,” aku menghela nafas dan mengangguk”baik aku akan menemuinya” aku bergegas keluar kamar menuju ruang tamu menemui aron yang mungkin sudah lama menungguku.”aron..” ia tersenyum melihatku.”kufikir kau hanya ingin sendiri,,”aku tersenyum dan mengangguk.”iya tetapi ada apa mencariku?”Aron Tertawa kecil, aku menatapnya heran.”aku hanya ingin mengajakmu ke perpustakaan kota?bagaimana?daripada kau menyendiri tak jelas??” aku tertawa mendengarnya.”baiklah aron, tunggu sebentar” aku berlari cepat ke kamarku mengambil tas kecil dan memakai jepitan rambutku agar tak berantakan tertiup angin.”Aron, ayoo.” Aku pun tak lupa pamit pada mama dan mencium keningnya.

**************************************************************************

            Cuaca kota iskandariyah kala itu tak sepanas hari kemarin,jadi aku tidak terlalu mempersalahkan cuaca hari ini, aron mengajakku pergi ke perpustakaan kota untuk membaca buku-buku sejarah disana,memang sangat kebetulan ia mengajakku ke perpustakaan iskandariyah biasanya ia hanya mengajakku ke tepi pelabuhan menatap laut dikala sore menyambut, langkah kami terhenti ketika perpustakaan itu sudah dihadapan kami, kami langkahkan kaki kami memasuki perpustakaan yang pernah menjadi perpustakaan terlengkap didunia, “kau ingin membaca apa?” aron tampak sedang berfikir.”Sejarah lebih menarik sepertinya..,” aku tersenyum dan mengangguk.”baiklah aku mengikutimu.”


“menurut sejarah konflik palestine-israel sudah 31 Tahun, wihh kareen ini benar-benar keterlaluan!” Aron membuatku terkejut dengan suaranya,”aron maaf kecilkan sedikit suaramu, itu sangat mengganggu..” Aron hanya cengengesan mendengar teguranku tadi.”habis Kareen aku sangat sebal dengan kelakuan bengis para tentara Israel! Begitu jahatnya mereka!”celoteh aron dengan emosi yang menggebu-gebu, aku hanya tertawa kecil melihat tingkahnya. “Kareen bagaimana kalau kita telusuri tentang konflik itu lewat computer disini,,” tawar aron, aku mengangguk mantap dan berjalan menuju computer yang disediakan, “oke kita search ‘konflik Palestine-Israel’” aron pun mengklik ‘search’ dan munculah artikel-artikel berbahasa arab tentang konflik yang sudah sangat lama terjadi ini.

Konflik Israel-palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok  yang menganjurkan penyingkiran territorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua Negara, dan sebagian lagi menganjurkan dua bangsa dengan satu Negara secular yang mencakup wilayah Israel masa kini, jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerussalem Timur.

“kareen! Coba lihat itu! Wajah gadis difoto yang sedang bersembunyi itu sangat mirip denganmu! Iyakan?” Aku terkejut bukan main menatap photo peperangan kedua Negara tersebut, wajah gadis itu? Kenapa mirip denganku? Sangat mirip sangat!.”kok bisa yah Ron? Kenapa ada wajah yang semirip ini denganku?” Aron mengendikan bahunya tanda ia tak mengetahuinya sama sekali, hatiku kini terus bertanya-tanya.

Siapa gadis itu?kenapa begitu sangat mirip denganku? Kelihatannya ia lebih tua beberapa tahun dariku…
Tuhan..siapa dia?

To be countinued

by:FiaRafiatulAula

next chapter;by-Diki Dermawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar