RANAH PALESTINE.
Kareen Maria, Iskandariyah 2005
Cahaya matahari kala itu menyelinap
nakal melalui celah-celah pentilasi kamar yang sukses membuatku terbangun dari
tidur malamku, aku menggeliat menghilangkan rasa kantuk yang sudah terlanjur menyelimutiku,
duduk dipinggir ranjang dan berjalan keluar kamar menuju dapur, seperti biasa
halnya jika aku bangun dari tidurku, wajib bagiku untuk minum segelas air.
“Kareen sayang, kamu sudah bangun?”
Aku tolehkan wajahku kepada sumber suara itu MAMA, aku tersenyum dan berjalan
menghampirinya, memeluknya erat seakan tak ingin kehilangan orang yang sangat
aku cintai itu, “Sarapan dulu, mama sudah menyiapkan makanan untukmu” aku
mengangguk menatap wajah mama yang penuh yang penuh rasa khawatir kepadaku, aku
senag jika mama sangat khawatir kepadaku, itu artinya mama sangat
menyayangiku.”papa? kak anton?bagaimana?” mama tersenyum manis kepadaku seakan
ia mengerti perasaanku saat itu.”papa sudah sarapan dan pergi kerja pagi-pagi
sekali, begitu pula dengan kak anton ia sudah berangkat kuliah”Aku menghela
nafas kecewa mengangguk mengerti perkataan mama.
Beginilah aku, selalu sendiri tanpa
papa dan kakak tersayang yang menemaniku,hanya mama yang menemani hari-hariku,
hari-hari yang pernah sepi kini menjadi berwarna karena mama, aku tahu Tuhan
menciptakan mama sebagai bidadari pelindungku, yang selalu menjagaku, aku
sempat pernah berfikir jika papa dan kak anton tak menyayangiku tetapi kutepis
pikiran itu jauh-jauh hingga aku teringat kata-kata mama yang membuatku tenang.
aku tersenyum mengingat itu, dan sekarang aku yakin jika papa dan kak anton sangat menyayangiku dan aku juga yakin Tuhan memang menciptakan mama sebagai bidadari pelindungku.Papa dan kak anton memang sedang sibuk, jangan takut jika mereka tak menyayangimu percayalah kareen maria tersayang, papa dan kak anton sangat menyayangimu melebihi apapun itu, papa dan kak anton sangat saying sama kareen buktinya papa selalu mencium kening kareen disaat kareen terlelap begitu pula kak anton, mereka hanya tidak punya waktu untuk berkumpul bersama kita.
********************************************************************
Cuaca
kala itu cerah berawan yang masih menyisakan rasa panas dilangit kota
iskandariyah, aku terpaku menatap kota kelahiranku, kota dimana aku tumbuh
sebagai gadis Kristen yang taat, usiaku 16 tahun masih duduk dibangku sekolah
menengah atas, Anatara high school aku sekolahkan disana karena sekolah itu
memang sangat kuat dalam hal kegamaan , karna papa dan mama menginginkanku
tumbuh menjadi gadis remaja Kristen yang taat akan aturan agama.
Mataku
kini beralih menatap laut dekat pelabuhan kota, membiarkan rambutku terhempas
melambai-lambai diterpa angin, kupejamkan kedua mataku merasakan keindahan kota
ini dan membiarkan wajahku diterpa angin dari laut kota iskandariyah. Aku
bersyukur dengan hidupku ini, Tuhan memberikanku keluarga yang sangat
menyayangiku walaupun papa dan kak anton tak memiliki banyak waktu untuk
berkumpul bersama.
“Karen maria? Sedang apa?” Suara
Aron mengalihkan pandanagnku dari laut menuju dirinya yang kini sudah berada
disampingku, aku tersenyum dan menggeleng.”Tidak.. aku hanya memandang laut”
tuturku dengan tersenyum, Aron mengangguk dan ikut menatap lau bersamaku. “Kau
adiknya kak anton kan?” Aku mengangguk mendengar pertanyaannya. “kau berbeda
dengan keluargamu, kau cantik sendiri, mewarisi wajah orang-orang jazirah arab
disbanding wajah belanda.” Aku terdiam mendengar pernyataan teman lelaki
disampingku, “lupakan.., hmm, aku senang tinggal disini..” tuturna lembut, aku
menatapnya penasaran, ia tertawa kecil.”karena Iskandariyah adalah kota yang
indah, disini juga kota kelahiranku!”Aku tersenyum mendengarnya.”Begitu pula
aku.”
*******************************************************************
“kareen!!..” aku dengan sigap bangun
dari dudukku membuka pintu kamar dan melihat siapa yang ada dibalik pintu.”Kareen!
Kak anton mau pamit sama adik kakak yang cantik” aku mengerutkan keningku
heran.”maksud kak anton apa?” kak anton tersenyum manis.”Kareen, kakak akan
pergi ke Kairo untuk menyelesaikan tugas kuliah kakak, juga mengikuti workshop
yang diadakan di kairo bersama professor muslim.” Aku diam mematung mendengar
pernyatan kak anton, air mataku jatuh begitu saja, kak anton dengan sigap
mengahapus air mataku.”kakak tak akan lama, kakak berjanji akan mengajakmu
berlibur setelah semua tugas kakak selesai” aku menatap kak anton sendu dan
memeluknya erat.
“daaah!!!” kulambaikan tanganku
kearah mobil yang membawa kak anton pergi ke ibukota Mesir ini Kairo, Kak anton
sudah kesekian kali meninggalkanku tapi ini yang membuatku sangat sedih karena
kak anton pergi ke luar kota yang memisahkan jarak antara aku dan kakakku,
padahal ditinggal kuliah dikota sendiri saja aku sudah kesepian bagaimana
dengan ini makin saja aku kesepian, tapi aku percaya mama dan papa tak akan
meninggalkanku dengan tugas kerja mereka, aku yakin.
Aku langkahkan kakiku memasuki rumah
dan berjalan menuju kamar menutup pintunya dan menguncinya, aku ingin sendiri
aku ingin berdoa pada tuhan agar kak anton selamat dan lencar dalam
penyelesaian tugasnya, “kau adiknya kak
anton kan””kau berbeda dengan keluargamu, kau cantik sendiri mewarasi wajah
orang-orang jazirah arab disbanding wajah belanda.” Pernyataan aron kini
terngiang-ngiang dikepalaku, benarkah begitu? Aku juga merasakannya , aku
berbeda dengan mama, papa dan kak anton.
Aku
tatap bingkai yang berisikan photo Papa, Mama, kak Anton dan diriku sendiri,
kutelusuri bagian wajah diphoto itu satu persatu, Aku heran mengapa aku tak
sama sekali mirip dengan kedua orang tua juga kakakku? Sedangkan kak anton
mewarisi ketampanan papa dan kecerdasan mama, aku? Sedikitpun tak mewarisi
fisik orang tuaku, mewarisi wajah belanda mereka tetapi wajahku lebih kepada
wajah orang-orang jazirah arab.
Sebenarnya siapa aku?Siapa diriku?yang aku tauAku adalah KAREEN MARIAGadis remaja Kristen yang tinggal di IskandariyahKota terbesar setelah kairoYang sebagian besar penduduknya beragama islam.Tuhan…, sebenarnya siapa aku?
\
Hatiku terus bertanya-tanya,
pernyataan aron masih terngiang-ngiang dalam pikiranku hampir saja aku sempat
berfikir bahwa aku adalah anak angkat tetapi kutepis pikiran itu jauh-jauh dan
yakin bahwa aku adalah putrid satu-satunya dari keluarga wingston. Akulah
Kareen Maria.
“Kareen..”Aku tolehkan wajahku
menuju pintu kamar, Aku tersenyum.”Mama..” mama memasuki kamarku, menghampiriku
dan duduk dipinggir ranjang.”Kareen ada temanmu Aron,” aku menghela nafas dan
mengangguk”baik aku akan menemuinya” aku bergegas keluar kamar menuju ruang
tamu menemui aron yang mungkin sudah lama menungguku.”aron..” ia tersenyum
melihatku.”kufikir kau hanya ingin sendiri,,”aku tersenyum dan mengangguk.”iya
tetapi ada apa mencariku?”Aron Tertawa kecil, aku menatapnya heran.”aku hanya
ingin mengajakmu ke perpustakaan kota?bagaimana?daripada kau menyendiri tak
jelas??” aku tertawa mendengarnya.”baiklah aron, tunggu sebentar” aku berlari
cepat ke kamarku mengambil tas kecil dan memakai jepitan rambutku agar tak
berantakan tertiup angin.”Aron, ayoo.” Aku pun tak lupa pamit pada mama dan
mencium keningnya.
**************************************************************************
Cuaca kota iskandariyah kala itu tak
sepanas hari kemarin,jadi aku tidak terlalu mempersalahkan cuaca hari ini, aron
mengajakku pergi ke perpustakaan kota untuk membaca buku-buku sejarah
disana,memang sangat kebetulan ia mengajakku ke perpustakaan iskandariyah
biasanya ia hanya mengajakku ke tepi pelabuhan menatap laut dikala sore
menyambut, langkah kami terhenti ketika perpustakaan itu sudah dihadapan kami,
kami langkahkan kaki kami memasuki perpustakaan yang pernah menjadi
perpustakaan terlengkap didunia, “kau ingin membaca apa?” aron tampak sedang
berfikir.”Sejarah lebih menarik sepertinya..,” aku tersenyum dan
mengangguk.”baiklah aku mengikutimu.”
“menurut
sejarah konflik palestine-israel sudah 31 Tahun, wihh kareen ini benar-benar
keterlaluan!” Aron membuatku terkejut dengan suaranya,”aron maaf kecilkan
sedikit suaramu, itu sangat mengganggu..” Aron hanya cengengesan mendengar
teguranku tadi.”habis Kareen aku sangat sebal dengan kelakuan bengis para
tentara Israel! Begitu jahatnya mereka!”celoteh aron dengan emosi yang
menggebu-gebu, aku hanya tertawa kecil melihat tingkahnya. “Kareen bagaimana
kalau kita telusuri tentang konflik itu lewat computer disini,,” tawar aron,
aku mengangguk mantap dan berjalan menuju computer yang disediakan, “oke kita
search ‘konflik Palestine-Israel’” aron pun mengklik ‘search’ dan munculah
artikel-artikel berbahasa arab tentang konflik yang sudah sangat lama terjadi
ini.
Konflik Israel-palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran territorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua Negara, dan sebagian lagi menganjurkan dua bangsa dengan satu Negara secular yang mencakup wilayah Israel masa kini, jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerussalem Timur.
“kareen!
Coba lihat itu! Wajah gadis difoto yang sedang bersembunyi itu sangat mirip
denganmu! Iyakan?” Aku terkejut bukan main menatap photo peperangan kedua
Negara tersebut, wajah gadis itu? Kenapa mirip denganku? Sangat mirip
sangat!.”kok bisa yah Ron? Kenapa ada wajah yang semirip ini denganku?” Aron
mengendikan bahunya tanda ia tak mengetahuinya sama sekali, hatiku kini terus
bertanya-tanya.
Siapa gadis itu?kenapa begitu
sangat mirip denganku? Kelihatannya ia lebih tua beberapa tahun dariku…
Tuhan..siapa dia?
To be countinued
by:FiaRafiatulAula
next chapter;by-Diki Dermawan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar